Dalam Semesta Cinta

Dalam Semesta Cinta #8 Air Mata Emak

Di penghujung tahun 1973, tiba-tiba kami mendapati Mak berpenyakit aneh. Dibilang aneh karena kejadiannya mendadak. Mula-mula Mak tidak bisa merunutkan kalimat-kalimat dan ucapan-ucapannya. Mirip anak yang baru mulai belajar ngomong. Anak-anak merasa keheranan, ketakutan, campur bingung, kasihan dan  ngeri juga. “Tulis we nya naon nu dipikahayang,”4 Tuliskan saja apa yang mau diomongkan,” saran Bapak seperti biasa...

Dalam Semesta Cinta #7 Transfusi Pertamaku

Transfusi Pertama Anno, 1969 Maka selanjutnya, inilah Jakarta. Kami perantau. Sikap orang Jakarta begitu apriori; lu-lu, gue-gue. Aku merasakan betul apa arti hidup sebagai pendatang ditambah miskin pula. Sungguh, kami merasai hari-hari yang sarat dengan nestapa. Di sekolah teman-teman sering mengejek. “Kampungan! No-raaak!” seru si Jefry Sani sambil menjegal kakiku dan… Bluuug! Aku pun terjatuh mencium aspal. Sekali,...

Dalam Semesta Cinta #6 Trauma Zaman Itu

Anno, 1964 Sejak dinyatakan berpenyakit kuning beberapa waktu ruang gerakku agak terbatas. Ada beberapa famili dan tetangga yang sangat alergi terhadapku. Hingga mereka sampai hati menutup pintu rumahnya. Begitu pula pengaruhnya terhadap pergaulanku. Beberapa anak tak sudi berdekatan denganku. Ini bersamaan dengan masa-masa PKI. Entah dari mana datangnya kebencian itu. Ada tiga anak perempuan yang...

Dalam Semesta Cinta #5 Emak Sakit dan Sandiwara

Cimahi, Anno 1961Ada yang menautkan kedua sosok ini di mataku; Emih dan Emak. Emih, nenekku dari pihak ayahku itu, bernama lengkap Encun Surnamah. Sementara ibu kandungku punya nama lengkap Siti Hadijah. Kedua wanita ini memiliki sepasang mata nan lembut. Sepasang mata yang keibuan, sarat dengan kasih sayang. Bakti dan pengabdian untuk keluarga, luar biasa.Karakter keduanya...

Dalam Semesta Cinta #4 Prajurit Kami

Ayahku bernama lengkap Sukro Muhammad Arief. Belakangan disingkat menjadi SM.Arief. Kerabat dekat dan saudara-saudaranya biasa memanggilnya Koko, anak sulung dari lima bersaudara. Ayahnya bernama Muhammad Ari telah meninggalkannya saat remaja. Emih ibu kandungnya yang sangat cekatan dan mandiri. Keluarga Bapak bukan asli orang Cimahi. Konon, leluhurnya berasal dari Ciomas, Bogor. Menjelang hari-hari terakhir hidupnhya, Bapak...

Dalam Semesta Cinta #3 Leluhurku di Sumedang

Leluhur yang Kukenang Aki di mataku adalah seorang lelaki tua yang arif dan bijaksana. Aku jarang bicara kalau bukan untuk hal-hal yang di anggapnya penting. Aki lebih banyak berada di Masjid Agung. Di atas perantian shalatnya, bersama kitab kuningnya juga kelompok kajiannya. Aki cukup populer di kalangan para Ajengan atau Kiyai. Terbukti saat Aki meninggal,...

Dalam Semesta Cinta #2 Nostalgia Sumedang Larang

Ada kawasan di Jawa Barat, kota kecil Sumedang yang terkenal dengan tahu. Hawanya sejuk dan segar dipayungi gunung-gunung. “Gunung Tampomas bagai minta ditaksir. Puncaknya bertakhtakan emas,” demikian kata dalang atau para pendongeng pantun. Gunung Palasari yang asri. Gunung Kunci tempat rendezvous para kawula muda sepanjang zaman menjadi saksi cinta abadi. Gunung Puyuh tempat istirahat panjang, digunakan sebagai...

Dalam Semesta Cinta #1 Suatu Pagi di Pengadilan Agama

Anno, 2012 Masih pagi sekali sudah memasuki kawasan perumahan real-estate Grand Depok City. Dari pintu gerbang, setelah turun dari angkot, kupanggil abang ojek agar mengantarku menuju kantor Pengadilan Agama Melintasi bangunan-bangunan megah dan pepohonan asri, tampak jalanan masih lengang. Sejuk dengan nuansa yang bersih, sejenak menghanyutkan sesak di dada, dan jantungku yang belakangan kerap mengganggu....